Home > Design, Design Method, & Research Method, Education, Green, Preservation, & Sustainability, Theory > Preseden Historis dan Doktrin Strategi Desain Rasionalisme untuk Konservasi

Preseden Historis dan Doktrin Strategi Desain Rasionalisme untuk Konservasi

22 September 2016 Leave a comment Go to comments

Bagaimana bertindak, memahami, dan memaknai tentang berbagai macam benda cagar budaya yang pelik telah tertuang dalam beragam dokumen asing maupun lokal, seperti Burra Charter (1979 dan terus diperbaiki), Nara Document on Authenticity (1994), juga Undang-Undang RI No 11 tahun 2010. Namun bagi sebagian masyarakat primordial Nusantara, mereka memahaminya dalam bentuk yang lebih lugas, (1) bentuk (sosok) lama dalam wadah (konteks) yang juga lama, (2) sosok lama dalam konteks yang baru, (3) spirit lama dalam konteks yang lama, ataupun (4) spirit lama dalam konteks yang baru. Kata kuncinya adalah subyek pusaka hadir sebagai sosok (entity) dan spirit (intrinsic value) dalam wadah atau konteks lama atau baru. Pemikiran ini demikian dinamis, tidak terlalu kaku menempatkan benda pusaka dalam konstelasi yang selalu tua dan lusuh tanpa boleh ada tindakan apapun ibarat benda pajangan dietalase kaca yang hanya bisa dilihat saja.

Precedent adalah satu strategi meruwat sekaligus merawat dalam menghadirkan entitas baru namun dengan nilai intrinsik yang lama. Preseden arsitektur fokus pada cara berpikir yang menekankan apa yang pada dasarnya sama, bukan yang berbeda. Preseden bukan repitisi atau membangkitkan gaya lama baik sebagian atau keseluruhan. Preseden mengidentifikasi pola dan tema sebelumnya yang berpeluang membantu bentuk arsitektur pada generasi selanjutnya. Preseden dalam desain meninjau keberadaan desain masa lalu guna memberikan prinsip-prinsip solutif sebagai dasar penalaran dalam situasi desain saat ini. Kata kunci preseden adalah teknik transformasi, yaitu aktivitas mengkodekan/pengindeksan unsur-unsur yang digunakan oleh bangunan referensi, kemudian mengubah kodefikasi tersebut sedemikian rupa dengan masih tetap mempertahanan referensi aslinya untuk menghasilkan makna baru. (Harms, 1982; Oxman, 1996; Clark & Pause, 2005).

Dalam koridor filosofis dan epistimologis desain, preseden bisa termasuk dalam ranah rasionalisme (Downing & Gribou, 1993). Basis filosofi dan epistimologi rasionalisme didukung dengan delapan doktrin, yaitu knowledge, methods, procedure, truth, beauty, meaning, assumptions, dan design strategy. (1) Knowledge bersifat logis. Pengetahuan diwujudkan dalam wujud preseden. (2) Metode rasionalisme merupakan pembenaran dari argumentasi yang masuk akal melalui perbandingan terhadap preseden yang logis. (3) Prosedur yang dijalankan adalah membangun konsensus melalui negosiasi. Proses ini merupakan hasil atas dasar implikasi dari kebenaran yang terbukti dengan sendirinya. (4) Kebenaran (truth) diperoleh dari upaya penarikan kesimpulan secara deduktif yang telah melewati serangkaian ujicoba dan sesuai dengan premis-premis yang bisa diterima. (5) Keindahan (beauty) bersifat absolut yang dilahirkan dari bentuk. (6) Makna (meaning) bersifat permanen dan tidak dapat diubah. (7) Asumsi-asumsi yang dibangun adalah kita hidup di dunia statik yang absolut. Pengalaman kita dapat berulang kembali. (8) Strategi desain yang digunakan, yaitu membangun sistem dan mengorganisasikan penyelesaian masalah (problem solving). Strategi desain ini merujuk pada langkah-langkah operasional dalam desian arsitektural.

Konservasi tidak melulu hadir melalui sosok wujud lama, tetapi bisa juga hadir dalam sosok baru yang merepresentasikan semangat intrinsic value dan signifikansi budaya masa lampau. Prosedur preseden historis masih layak menjadi arahan dalam riset konservasi. Sementara doktrin strategi desain rasionalisme dapat dijadikan sebagai alternatif rujukan dalam proses desain (studio) arsitektur.

| soes

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: