Home > Design, Design Method, & Research Method > Polemik Desain & Riset Arsitektur

Polemik Desain & Riset Arsitektur

Gerakan ‘Saintifikasi’ Desain::

Persoalan merancang dalam arsitektur kembali dipertanyakan Metodologi yang dirumuskan sebagai perangkat atau tata cara yang terstruktur di dalam melakukan proses perancangan dianggap lebih banyak menjadi hambatan dibanding alat untuk mempermudah proses. Metode perancangan diposisikan berbasis pada kriteria ilmiah seperti logika, rasionalitas, abstraksi, dan prinsip-prinsip yang kokoh. Metodologi yang seperti ini menuntut prosedur yang teratur, rapih, dan ketat. Pendekatan ini memang terbukti efektif terhadap perancangan yang bersifat industrial seperti kendaraan dan elektronik, namun bagaimana dengan desain perancangan arsitektur (lingkungan binaan)? Segera muncul ketidakpuasan atas pendekatan ini tidak lama setelah “gerakan saintifikasi” perancangan dipublikasikan. (Tardiyana, 2003).

Pada kenyataannya, perancangan sebagai suatu poroses memang sering tidak mengikuti metodologi tertentu dan sering dipandang eksoterik, dan sulit dijelaskan secara terstruktur: terutama pada dunia praktek. Permasalahannya apakah proses perancangan (dalam dunia praktek) tidak bisa dibuat lebih ilmiah, seperti yang pernah di yakini oleh J. Christopher Jines, Bruce Archer, Christopher Alexander. Menurut keyakinan mereka perancangan hanya bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Pengalaman dari dunia praktek menunjukkan bahwa para perancang tidak bekerja seperti apa yang dirumuskan metodologi. Tata cara yang telah ditetapkan (oleh: alexander, 1971; Broadbent, 1973; Lawson, 1980) tidak berjalan dengan baik.

Kondisi di atas oleh Henrik Gedenryd didindikasikan akibat terjadinya ketimpangan antara pandangan teoritik tentang bagaimana seharusnya sesuatu terjadi dengan apa yang sesungguhnya terjadi di dalam kenyataan. Gedenryd menyebutnya sebagai” a gap between ideal and actual”. Selanjutnya dia mengusulkan bahwa diperlukannya penjelasan lebih lanjut tentang kondisi dinamis dan bersifat autentik yang terjadi diantara gap tadi. Oleh Donald Schon (1984) diperkenalkan istilah “reflective practice” dalam menjawab persoalan ini. Menurut Schon persoalan arsitektur tidak selalu terumuskan sebelum perancangan dan tidak selalu bersifat pasti. Dia menyarankan agar perancang tidak terlalu bersifat sebagai ahli, tetapi sebagai seseorang yang selalu siap mendengarkan fihak lain dan selalu berefleksi terhadap dinamika yang terjadi dalam proses.

Walaupun pendekatan ilmiah dalam metodologi perancangan mendapat kritik yang bertubi-tubi pendekatan ini masih tetap bertahan dan berevolusi di dalam berbagai bentuk. Misalnya Delft University of Technology yang secara konsisten mengembangkan konsep research by design. Konsep yang menekankan pada ekstrapolasi berbagai data yang bisa menghasilkan berbagai gambaran lingkungan fisik yang open-ended dan tanpa preseden.

Perancangan arsitektur sebagai sebuah kegiatan pada prakteknya lebih banyak merupakan kegiatan yang mengandalkan pengetahuan yang bersifat tacit. Bahwa pegalaman craftman, desainer grafik, desainer produk merupakan salah satu pengetahuan yang bersifat tacit, suatu aktivitas profesional yang tanpa bisa melepaskan presepsi, penilaian, dan keahlian dari perancangnya (Seago & Dunne, 1996). Suatu pengetahuan yang bersifat gelembung yang terus-menerus membentuk menjadi pengetahuan terakumulasi yang serta merta hadir bersamaan bila diperlukan. Desain oleh para pelakunya lebih dipandang seperti kemampuan berenang atau bersepeda. Suatu keterampilan yang dicapai melalui kegiatan langsung berupa learning-by-doing. Pada ketrampilan ini berbagai teori paling canggih sekalipun tidak akan membuat seseorang bisa melakukannya kecuali harus melakukannya langsung yaitu mencebur ke kolam renang atau naik ke sadel sepeda!

Polemik Desain dan Riset::

Beberapa persoalan di atas menuntun kepada suatu pertanyaan tentang bagaimanakah sebenarnya kedudukan desain ini, apakah sain(tifik) atau tidak? Bagaimanakah kedudukkan antara riset dan desain? ….

[ Tulisan lengkap Polemik Desain dan Riset Arsitektur dapat diunduh pada box, my shared files kolom di sebelah kanan]

By | soes

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: